Pada pengidap diabetes, kadar gula darah yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan saraf (neuropati) dan gangguan sirkulasi darah. Akibatnya, luka kecil sering kali tidak terasa, lebih mudah terjadi, dan proses penyembuhannya menjadi lebih lambat dibandingkan pada orang tanpa diabetes.
Luka diabetes memerlukan penanganan khusus karena memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi, meluas ke jaringan yang lebih dalam, hingga menimbulkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan tepat. Perawatan yang dilakukan secara dini dan menggunakan pendekatan modern wound care membantu menciptakan kondisi penyembuhan yang optimal, mengurangi risiko komplikasi, dan mendukung pemulihan sesuai kondisi setiap pasien.