Keluhan diabetes dapat muncul secara perlahan dan tidak selalu terasa jelas pada tahap awal. Sebagian orang mengalami sering haus, lebih sering buang air kecil, mudah lelah, berat badan menurun tanpa sebab yang jelas, atau luka yang membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh. Namun, ada pula penderita diabetes yang tidak merasakan keluhan berarti sehingga kondisi gula darah tinggi baru diketahui ketika melakukan pemeriksaan kesehatan.
Diabetes perlu diperhatikan bukan hanya karena kadar gula darah yang tinggi, tetapi juga karena dalam jangka panjang dapat memengaruhi pembuluh darah, saraf, mata, ginjal, dan kemampuan tubuh dalam mempertahankan kesehatan kulit serta jaringan. Bagi penderita diabetes, perubahan kecil pada kulit atau luka pada kaki pun sebaiknya tidak diabaikan.
Lalu, apa saja keluhan diabetes yang perlu dikenali? Dan mengapa kondisi tersebut berkaitan erat dengan perawatan luka?
Apa Saja Keluhan Diabetes yang Sering Terjadi?
Keluhan diabetes dapat berbeda-beda tergantung jenis diabetes, kadar gula darah, lama seseorang mengalami diabetes, serta ada atau tidaknya komplikasi. Beberapa keluhan muncul akibat kadar glukosa dalam darah yang tinggi, sedangkan sebagian lainnya berkaitan dengan komplikasi diabetes.
Secara umum, beberapa gejala yang dapat ditemukan antara lain:
1. Sering haus dan lebih sering buang air kecil
Ketika kadar glukosa dalam darah meningkat, ginjal bekerja lebih banyak untuk mengeluarkan kelebihan glukosa melalui urine. Proses tersebut dapat meningkatkan kehilangan cairan sehingga seseorang menjadi lebih sering buang air kecil dan merasa haus.
Jika seseorang terus-menerus merasa haus atau frekuensi buang air kecil meningkat tanpa penyebab yang jelas, pemeriksaan kadar gula darah dapat dipertimbangkan, terutama jika terdapat keluhan lain yang menyertai.
2. Mudah lelah
Kadar gula darah yang tinggi tidak selalu berarti sel tubuh dapat menggunakan glukosa secara efektif sebagai sumber energi. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang merasa mudah lelah atau kurang bertenaga.
Namun, mudah lelah merupakan keluhan yang sangat umum dan dapat disebabkan oleh banyak kondisi lain. Karena itu, keluhan ini tidak dapat digunakan sendiri untuk memastikan seseorang mengalami diabetes.
3. Penglihatan menjadi kabur
Perubahan kadar glukosa dapat memengaruhi keseimbangan cairan pada jaringan mata dan menyebabkan penglihatan kabur. Pada diabetes yang berlangsung lama dan tidak terkontrol, kadar gula darah yang tinggi juga dapat berkontribusi terhadap kerusakan pembuluh darah retina.
Keluhan penglihatan sebaiknya tidak dianggap sebagai masalah ringan, terutama apabila muncul secara menetap atau disertai gangguan penglihatan lainnya.
4. Berat badan menurun tanpa sebab yang jelas
Pada kondisi kekurangan insulin yang cukup berat, tubuh dapat menggunakan cadangan lemak dan jaringan tubuh sebagai sumber energi. Akibatnya, berat badan dapat menurun meskipun pola makan tidak sengaja dikurangi.
Penurunan berat badan yang tidak direncanakan perlu dievaluasi karena dapat berkaitan dengan berbagai kondisi medis, bukan hanya diabetes.
5. Luka lebih sulit sembuh
Salah satu hal yang sangat penting bagi penderita diabetes adalah memperhatikan kondisi kulit dan luka.
Diabetes dapat meningkatkan risiko gangguan penyembuhan luka melalui beberapa mekanisme, termasuk gangguan pembuluh darah, perubahan fungsi sistem imun, dan kerusakan saraf. Kondisi tersebut dapat membuat luka lebih mudah mengalami masalah dan membutuhkan evaluasi yang lebih cermat.
Luka yang tidak kunjung membaik, terutama pada kaki, sebaiknya tidak hanya ditutup dengan perban lalu dibiarkan. Penyebab luka, kondisi jaringan, tekanan pada area luka, sirkulasi darah, kadar gula darah, dan adanya infeksi perlu dipertimbangkan dalam penanganannya.
Keluhan Diabetes Tidak Selalu Terasa Jelas
Tidak semua penderita diabetes mengalami gejala klasik. Pada sebagian orang, diabetes dapat berlangsung tanpa keluhan yang khas dan baru diketahui melalui pemeriksaan kadar glukosa darah.
Inilah alasan pemeriksaan kesehatan memiliki peran penting, terutama bagi seseorang yang mempunyai faktor risiko diabetes.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 antara lain kelebihan berat badan atau obesitas, kurang aktivitas fisik, riwayat keluarga dengan diabetes, serta faktor usia dan kondisi kesehatan tertentu (CDC, 2024).
Dengan kata lain, tidak adanya keluhan bukan berarti seseorang pasti terbebas dari diabetes.
Jika terdapat faktor risiko, pemeriksaan sesuai anjuran tenaga kesehatan dapat membantu mendeteksi gangguan gula darah lebih awal.
Baca Juga : Makanan Pemicu Diabetes: Jenis yang Perlu Dibatasi dan Cara Mengatur Pola Makan
Apa Hubungan Gula Darah Tinggi dengan Luka?
Bagi masyarakat umum, keluhan diabetes sering dikaitkan dengan rasa haus atau sering buang air kecil. Padahal, perhatian terhadap kondisi kulit dan luka juga sangat penting.
Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat berkontribusi terhadap kerusakan saraf dan pembuluh darah. Neuropati perifer, misalnya, dapat mengurangi kemampuan seseorang dalam merasakan nyeri, panas, atau tekanan pada kaki.
Akibatnya, luka kecil akibat gesekan sepatu, tekanan berulang, lecet, atau benda asing dapat tidak segera disadari.
Masalahnya tidak berhenti pada luka yang tidak terasa. Gangguan sirkulasi dan respons tubuh terhadap infeksi juga dapat memengaruhi proses penyembuhan. Karena itu, perawatan kaki pada penderita diabetes merupakan bagian penting dari upaya mencegah komplikasi.
Luka kecil pun perlu diperhatikan
Bayangkan seseorang menggunakan sepatu yang terlalu sempit. Area jari kaki terus mengalami gesekan, tetapi karena sensasi pada kaki sudah berkurang, penderita tidak menyadari adanya luka.
Jika kondisi tersebut terus berlangsung, luka dapat semakin besar.
Inilah mengapa pemeriksaan kaki secara rutin penting bagi penderita diabetes, terutama mereka yang sudah mengalami neuropati atau memiliki riwayat luka kaki.
Tanda pada Kaki yang Sebaiknya Tidak Diabaikan
Penderita diabetes dapat melakukan pemeriksaan sederhana terhadap kaki setiap hari. Perhatikan adanya:
- lecet atau luka terbuka;
- kulit pecah-pecah;
- kemerahan;
- pembengkakan;
- perubahan warna kulit;
- kapalan atau mata ikan;
- lepuh;
- perdarahan;
- cairan yang keluar dari luka;
- perubahan suhu pada bagian kaki;
- kuku yang mengalami masalah;
- area yang terasa nyeri, kebas, atau berbeda dari biasanya.
Pemeriksaan ini bukan pengganti evaluasi tenaga kesehatan, tetapi dapat membantu seseorang mengenali perubahan lebih awal.
Jika Anda kesulitan melihat bagian telapak kaki, gunakan cermin atau minta bantuan keluarga maupun caregiver.
Keluhan Diabetes yang Berkaitan dengan Kerusakan Saraf
Diabetes yang berlangsung lama dapat menyebabkan neuropati diabetik. Keluhannya dapat berupa rasa kesemutan, terbakar, tertusuk, kebas, atau perubahan sensasi pada tangan dan kaki.
Menariknya, kerusakan saraf tidak selalu menyebabkan nyeri. Sebagian penderita justru mengalami penurunan sensasi.
Penurunan sensasi tersebut dapat meningkatkan risiko cedera yang tidak disadari. Seseorang mungkin menginjak benda tajam atau mengalami luka akibat tekanan sepatu tanpa segera menyadarinya.
Karena itu, pada penderita diabetes, kondisi kaki perlu diperhatikan meskipun tidak terasa sakit.
Kapan Keluhan Diabetes Perlu Diperiksakan?
Jangan menunggu sampai keluhan menjadi berat untuk mendapatkan pemeriksaan.
Pemeriksaan medis sebaiknya dipertimbangkan apabila Anda mengalami beberapa keluhan yang mengarah pada gangguan gula darah, terutama bila terdapat faktor risiko diabetes.
Evaluasi juga penting apabila muncul luka yang:
- tidak menunjukkan perbaikan;
- semakin melebar atau dalam;
- mengeluarkan cairan;
- disertai kemerahan atau pembengkakan;
- terasa semakin nyeri;
- memiliki perubahan warna atau bau;
- berada pada kaki penderita diabetes.
Demam, kondisi tubuh yang memburuk, kemerahan yang meluas, pembengkakan yang signifikan, atau perubahan warna jaringan merupakan tanda yang membutuhkan perhatian medis segera.
Pada kondisi tertentu, infeksi luka dapat berkembang dengan cepat sehingga penanganan tidak sebaiknya ditunda.
Bagaimana Perawatan Luka pada Penderita Diabetes?
Perawatan luka pada penderita diabetes tidak cukup hanya dengan mengganti perban. Luka perlu dinilai secara menyeluruh agar faktor yang menghambat penyembuhan dapat diketahui dan ditangani.
Pendekatan modern wound care pada prinsipnya mempertimbangkan kondisi luka dan pasien secara keseluruhan. Penilaian dapat mencakup kondisi jaringan luka, adanya eksudat, tanda infeksi atau inflamasi, kondisi kulit di sekitar luka, tekanan pada area luka, sirkulasi, status nutrisi, serta kondisi penyakit penyerta.
Dressing atau balutan dipilih sesuai kondisi luka. Tujuannya bukan sekadar menutup luka, tetapi membantu menciptakan lingkungan yang mendukung proses penyembuhan sesuai kebutuhan pasien.
Pada luka kaki diabetik, pengurangan tekanan atau offloading juga dapat menjadi bagian penting dari penatalaksanaan, karena tekanan berulang dapat menghambat penyembuhan.
Pengendalian diabetes tetap menjadi bagian penting. Perawatan luka dan pengelolaan kadar gula darah perlu berjalan secara terpadu sesuai kondisi masing-masing pasien.
Peran Keluarga dan Caregiver dalam Perawatan Penderita Diabetes
Perawatan diabetes sering kali tidak hanya dilakukan oleh pasien. Dukungan keluarga atau caregiver dapat membantu menjaga konsistensi perawatan sehari-hari.
Beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
- Membantu mengingatkan pemeriksaan kaki.
- Memastikan luka dirawat sesuai instruksi tenaga kesehatan.
- Membantu mengurangi tekanan atau gesekan pada area luka.
- Memperhatikan perubahan warna, ukuran, cairan, atau kondisi luka.
- Membantu pasien mengikuti jadwal kontrol.
- Segera menyampaikan perubahan kondisi kepada tenaga kesehatan.
Dukungan tersebut menjadi semakin penting pada lansia atau pasien yang memiliki keterbatasan mobilitas dan penglihatan.
Apakah Semua Luka pada Penderita Diabetes Disebut Luka Diabetes?
Tidak selalu.
Penderita diabetes dapat mengalami berbagai jenis luka. Luka pada kaki, misalnya, dapat berawal dari tekanan, gesekan, trauma, infeksi, atau masalah kulit. Diabetes kemudian dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi proses penyembuhan.
Karena penyebab dan karakteristik luka dapat berbeda, penanganannya juga tidak dapat disamaratakan.
Inilah alasan pemeriksaan luka oleh tenaga kesehatan penting untuk menentukan pendekatan perawatan yang sesuai.
Baca Juga : Gejala Awal Diabetes yang Sering Tidak Disadari, Kenali Tanda-tandanya Sejak Dini
Pencegahan Lebih Baik daripada Menunggu Luka Menjadi Berat
Penderita diabetes dapat melakukan beberapa kebiasaan untuk membantu menjaga kesehatan kaki dan mengurangi risiko cedera.
Gunakan alas kaki yang sesuai, hindari berjalan tanpa alas kaki terutama pada area yang berisiko, periksa kaki secara rutin, dan jangan mengabaikan perubahan kecil pada kulit.
Selain itu, pengelolaan diabetes secara menyeluruh tetap penting. Mengikuti rencana pengobatan, pola makan, aktivitas fisik, serta pemeriksaan yang direkomendasikan tenaga kesehatan dapat membantu mengelola kondisi diabetes dan mengurangi risiko komplikasi.
American Diabetes Association juga menekankan pentingnya pemeriksaan kaki secara berkala pada penderita diabetes sebagai bagian dari pencegahan komplikasi kaki (American Diabetes Association Professional Practice Committee, 2024).
Kapan Sebaiknya Mendapatkan Perawatan Luka Profesional?
Jika Anda memiliki diabetes dan menemukan luka pada kaki atau bagian tubuh lain yang tidak membaik, sebaiknya jangan menunggu luka menjadi semakin parah.
Perawatan profesional dapat membantu melakukan penilaian terhadap kondisi luka, menentukan kebutuhan dressing, memantau perkembangan penyembuhan, serta mengidentifikasi faktor yang berpotensi menghambat proses penyembuhan.
CuraMedica menyediakan layanan perawatan luka modern di rumah (homecare) maupun di klinik. Layanan tersedia untuk berbagai kondisi, termasuk luka diabetes, luka kronis, luka pasca operasi, luka pasca caesar, luka kanker, luka tekan, luka perineum, dan kondisi luka lainnya sesuai kebutuhan pasien.
Perawatan dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
Kesimpulan
Keluhan diabetes dapat berupa sering haus, sering buang air kecil, mudah lelah, penglihatan kabur, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, hingga munculnya masalah pada kulit dan luka yang sulit sembuh. Namun, diabetes juga dapat tidak menimbulkan keluhan yang jelas sehingga pemeriksaan kesehatan tetap penting, terutama bagi orang dengan faktor risiko.
Bagi penderita diabetes, perhatian terhadap kaki dan kondisi kulit tidak kalah penting dari pengelolaan kadar gula darah. Luka kecil, lecet, kemerahan, atau perubahan sensasi sebaiknya tidak diabaikan karena gangguan saraf dan sirkulasi dapat membuat masalah pada kaki tidak selalu disadari sejak awal.
Jika terdapat luka yang tidak membaik atau muncul tanda infeksi, lakukan evaluasi oleh tenaga kesehatan. Penanganan sejak dini dapat membantu menentukan perawatan yang tepat sesuai kondisi pasien.
Jika Anda atau keluarga mengalami luka yang membutuhkan perhatian, CuraMedica dapat membantu melakukan evaluasi dan perawatan luka secara profesional melalui layanan homecare maupun klinik.


